KEPANDEGAAN

A.KIASAN DASAR PANDEGA
Istilah tingkatan dalam Pramuka dapat dihubungkan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebagai berikut:
Istilah Pramuka SIAGA diambil dari peristiwa berdirinya Organisasi pertama yaitu Budi Utomo pada tahun 1908. Hal ini mengandung maksud bahwa bangsa Indonesia telah men-SIAGA-kan diri dalam perjuangan kemerdekaan dengan sadar bahwa kemerdekaan tidak akan tercapai apabila tidak diorganisasi dengan baik.
Pramuka PENGGALANG diambil dari peristiwa Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Hal ini mengandung maksud bahwa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia telah di-GALANG dengan mempersatukan diri dalam sumpah untuk bersatu dalam bahasa, tanah air dan bangsa yaitu Indonesia.
Istilah Pramuka PENEGAK diambil dari peristiwa Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Hal ini mengandung maksud bahwa Negara Indonesia telah di-TEGAK-kan yang ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sedangkan istilah Pramuka PANDEGA diambil dari tugas bangsa Indonesia setelah kemerdekaan adalah mengisi kemerdekaan dengan membangun. Dalam membangun dibutuhkan prakarsa untuk MEMANDEGANI dalam pembangunan tersebut. Oleh karena itu, Pramuka Pandega mempunyai tugas untuk memandegani dalam mengisi kemerdekaan.
Pramuka Pandega pertama kali mengadakan kegiatan
B.MENGENAL PANDEGA
Tanda pengenal Pandega
1.Warna Dasar coklat
2.Umur 21 s/d 25 Tahun
3.Tingkatan dalam Pandega tidak ada, hanya satu tingkat yaitu Pandega saja
4.Satuan untuk menghimpun Pramuka Pandega disebut RACANA, sesuai dengan sistem satuan terpisah, maka Racana dipisahkan antara Putra dengan putri.
5.Racana berarti Pondasi, alas tiang, umpak atap.
6.Nama sebuah Racana diambil dari nama seorang tokoh daerah setempat yang telah berjasa bagi perkembangan daerah di mana Racana Berada.
7.Organisasi Racana disebut Dewan Racana Pandega yang disingkat dengan Dewan Racana dan dipimpin oleh seorang ketua.
8.Satu Racana Pandega terdiri atas beberapa orang dan paling banyak 40 orang Pramuka berusia 21 sampai 25 tahun.
9.Racana Pandega dibina oleh seorang Pembina Pandega atas usul Dewan Racana yang sedikitnya berusia 27 tahun. Pembina Pramuka putra dijabat oleh seorang pria dan pembina Pandega putri dijabat oleh seorang wanita.
10.Hubungan antara pembina dengan peserta didik Pramuka Pandega adalah seperti hubungan antara kakak beradik sehingga cara memanggilnya adalah kakak dan adik. Sedang cara memanggil sesama Pramuka Pandega adalah Kakak.

C.TANDA PENGENAL
1.Tanda Umum, yaitu tanda yang dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang sudah dilantik, putera maupun puteri, misalnya tanda tutup kepala, setangan leher, tanda pelantikan, tanda harian, tanda pramuka dunia.
2.Tanda Satuan, yaitu tanda yang menunjukkan satuan/Kwartir  tertentu, misalnya, tanda Racana, tanda Gugus Depan, tanda Wilayah (Kwarcab dan Kwarda).
3.Tanda Jabatan, yaitu tanda yang menunjukkan jabatan dan tanggung jawab seseorang dalam lingkungan Gerakan Pramuka, misalnya tanda Dewan Racana.
4.Tanda Kecakapan, yaitu tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap dan usaha seorang Pandega dalam bidang tertentu. Misalnya TKU Pandega yang dipasang dipundak kiri dan kanan, dan TKK.
5.Tanda Kehormatan, yaitu tanda yang menunjukkan jasa dan dharma bakti kepada Gerakan Pramuka atau masyarakat, misalnya tanda penghargaan kegiatan, tigor (bukti gotong royong dan lain-lain.
D.ADMINISTRATIF STRUKTURAL
Secara administratif, Gerakan Pramuka Pandega langsung di bawah Kwartir Cabang dan bukannya dibawah Kwartir Ranting. Sehingga hubungan Gerakan Pramuka Pandega dengan Kwartir Ranting adalah hubungan kordinatif.
E.PEMBINAAN PRAMUKA PANDEGA
Pembinaan dalam Pramuka Pandega diarahkan kepada persiapan menjadi pembina Pramuka, sehingga pembinaan dalam Pandega biasa disebut dengan ”Persemaian Pembina”.
Dalam pembinaan Pandega, fungsi pembina hanya merupakan pendorong dan bila perlu memberi daya kreasi secara tidak langsung, dengan memberi gambaran berbagai kemungkinan yang mendorong para Pandega untuk menentukan pilihannya.
Jadi Pembina Pramuka Pandega hanya memberi dorongan dan sedikit arahan, sedangkan peserta didik Pandega harus belajar mandiri, baik secara individu maupun berkelompok.
Dalam pembinaan Pandega tidak boleh melupakan prinsip pendidikan yang menyenangkan serta beberapa pengembangan antara lain:
a.pengembangan kemampuan berpikir atau otak & akal, yaitu “belajar mengetahui” (Learning to know) termasuk juga “belajar bagamaina cara belajar”,
b.Pengembangan skill atau proses untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan tertentu “belajar berbuat”, (Learning to do)
c.Pengembangan karakter “Belajar menjadi seseorang”, (Learning to be)
d.pengembangan sikap dan tingkah laku “belajar hidup bermasyarakat” (Learning to live togather).

Jadi Gerakan Pramuka memberikan pendidikan yang sasarannya adalah pengembangan seluruh kemampuan seseorang. Sedangkan arah tujuan dalam pramuka adalah mendidik, yaitu untuk mengeluarkan daya kemampuan dari peserta didik untuk mendidik dirinya sendiri, menurut keinginannya sendiri, menuju ke hal-hal yang akan membentuk karakter pribadinya.
Dalam pembinaan Pramuka Pandega juga harus mengacu pada Pemenuhan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU). Untuk SKU Pramuka Pandega, hanya terdiri dari satu tingkat saja, yaitu Tingkat Pandega. Hal ini agar peserta didik mempunyai kemampuan dasar sebagai Pramuka Pandega. Pembinaan yang berhubungan dengan SKU biasanya disebut dengan ”Bedah SKU”.
Disamping materi pendidikan yang berhubungan dengan SKU, Pramuka Pendega juga harus dibina mengenai Pengetahuan Kepramukaan, Keterampilan Kepramukaan, Pengetahuan Umum, kepemimpinan dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: