KE-REKAKERJA-AN

A.PENGERTIAN REKA KERJA
Reka kerja merupakan kelompok kerja yang secara umum disebut dengan kepanitiaan dalam sebuah organisasi untuk menangani sebuah kegiatan yang  membutuhkan manajemen agar dapat tercapai tujuan kegiatan tersebut.
Reka Kerja dibentuk untuk mempermudah manajemen kegiatan dengan jalan pelimpahan tugas Racana kepada satu team yaitu Reka Kerja demi terlaksananya kegiatan yang telah direncanakan bersama. Reka Kerja dibentuk juga untuk pendistribusian wewenang, kewajiban dan tanggung jawab Racana kepada personal yang terpilih dalam Reka Kerja. Sehingga jalannya suatu kegiatan, mutu dan kualitasnya menjadi tanggung jawab Reka Kerja.
Demikian besar peranan Reka Kerja dalam mensukseskan kegiatan, maka perlu diadakan pembinaan dan pengembangan yang menyeluruh terhadap personal dengan menekankan pada Penyadaran tentang kinerja reka kerja, peningkatan kemampuan kerja team, kemampuan teknis kegiatan yang ditangani dan lain-lain, sehingga Reka Kerja dapat melaksanakan tugasnya dengan sukses.
B.KONSEP PENGEMBANGAN PERSONIL REKA KERJA
Strategi Umum pengembangan Reka Kerja dapat dilakukan dengan cara :
Pertama, Rekrutmen dan penempatan personil Reka Kerja, hal ini perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) Rekruitmen  Personil Reka Kerja harus berdasarkan seleksi yang mengutamakan mutu dan kinerja serta pemerataan (2) Rekruitmen harus didasarkan pada kebutuhan kegiatan dan sesuai dengan sumber daya serta penempatannya sesuai dengan kemampuan. (3) Perlu dilakukan sistem rekruitmen, penempatan, dan pembinaan personil Reka Kerja yang memungkinkan personil dapat mengembangkan potensi diri secara leluasa.
Kedua, Pengembangan personil reka kerja, ini harus dilakukan berdasarkan rencana kebutuhan yang jelas. Sehingga terdapat keselarasan antara kebutuhan dalam kegiatan dengan sumber daya yang tersedia
Ketiga, Pengembangan sikap dan kemampuan profesional personil. Seorang reka kerja tidak boleh hanya bergantung  pada tugas yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu perlu dikembangkan pengetahuannya tentang kegiatan yang ditangani serta sikap, inisiatif dan kepercayaan atas kemampuan diri sendiri.
Keempat, Kerjasama antar Reka Kerja dan dengan Dewan Racana serta dengan anggota Racana perlu terus-menerus dikembangkan agar terjalin kordinasi dan sinkronisasi tujuan kegiatan dengan pelaksanaan di lapangan, sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan bersama.
Kelima, Kordinasi Reka Kerja, dalam kordinasi reka kerja yang perlu diperhatikan adalah pengidentifikasian antara kebutuhan dengan kemampuan sumber daya manusia dan sumber daya material, peluang, tantangan dan hambatan yang akan dihadapi dalam pelaksanaan kerja.

C.MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS REKA KERJA
Secara umum produktifitas mengandung arti perbandingan antara hasil yang dicapai (out put) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (in put), yang berkaitan dengan sikap mental produktif, antara lain menyangkut sikap: spirit, motivatif, disiplin, kreatif, inovatif, dinamis, profesional, dan berjiwa kejuangan. Tingkat produktifitas yang dicapai merupakan indikator efisiensi dan kemajuan Reka Kerja untuk ukuran suatu organisasi.
Produktifitas merupakan sikap mental yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan perbaikan. Perwujudan sikap mental tampak dalam berbagai kegiatan, antara lain :
a.Yang berkaitan dengan personil Reka Kerja
Pengetahuan
Keterampilan
Disiplin
Upaya pribadi
Kerukunan kerja
b.Yang berkaitan dengan Reka Kerja sebagai team.
Manajemen dan cara kerja yang baik
Penghematan biaya
Ketepatan waktu
Sistem dan peralatan teknologi yang lebih canggih
Produktifitas dalam Reka Kerja berkaitan dengan keseluruhan proses perencanaan, penataan dan pendayagunaan sumber daya untuk merealisasikan tujuan kegiatan yang menjadi bidang garapnya secara efektif dan efisien.
Produktifitas Reka Kerja mencakup tiga fungsi diantaranya:
1.Fungsi manajerial yang berkaitan dengan berbagai pelayanan untuk kebutuhan warga Racana.
2.Fungsi behavioral, yang keluarannya merujuk pada fungsi pelayanan yang dapat merubah perilaku warga Racana dalam kemampuan koqnitif, keterampilan dan sikap.
3.Fungsi hasil, yang keluarannya yaitu mencetak warga Racana yang mempunyai kompetensi dalam berorganisasi dan kemampuan kepemimpinan yang handal.
D.KINERJA REKA KERJA
Kinerja atau performansi dapat diartikan sebagai  pelaksanaan kerja, prestasi kerja, pencapaian kerja, hasil kerja atau unjuk kerja. Jadi kinerja juga berarti hasil atau keluaran dari suatu proses.
Kinerja personal dalam suatu kerekakerjaan akan mempengaruhi kualitas kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu, kinerja personal harus ditingkatkan dan dibina agar Reka Kerja dapat sukses melaksanakan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Kesuksesan suatu kegiatan merupakan kesuksesan team Reka Kerja dan kesuksesan bersama dalam Racana.
Untuk meningkatkan kinerja perlu dibangun suasana kondusif yang mendukung aktifitas Reka Kerja, pengakuan personal, penghargaan dan perhatian dari Racana baik anggota atau Dewan Racana. Hal ini mutlak diperlukan agar Reka Kerja mempunyai kepercayaan diri untuk berkreasi dan beraktifitas karena mendapat respon positif dari warga Racana.
E.UPAYA MEMBERDAYAKAN REKA KERJA
Enam faktor utama yang menentukan produktifitas personal Reka Kerja:
1.Sikap kerja, seperti: kesadaran/kemauan bekerja, kesediaan untuk bekerja secara bergiliran, dapat menerima tambahan tugas, dan kemampuan/kemauan  bekerja dalam satu team.
2.Tingkat keterampilan, yang ditentukan oleh pendidikan, latihan dalam manajemen dan pengalaman dalam melaksanakan kegiatan sebelumnya.
3.Hubungan antara reka kerja dengan pimpinan Dewan Racana yang tercermin dalam usaha bersama dalam mensukseskan kegiatan dan mengawasi mutu kegiatan.
4.Manajemen produktifitas, yaitu manajemen yang efisien mengenai sumber dan sistem kerja dalam Reka Kerja tersebut, termasuk kemungkinan tambahan tugas lain.
5.Sikap bertanggung jawab, yang tercermin dalam pengambilan resiko kreatifitas dalam melaksanakan tugas dan berada dalam jalur yang benar.
6.Sikap mental, berupa motivasi, disiplin, percaya diri,  jujur, dan etika kerja.
Selanjutnya beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja Reka Kerja, antara lain melalui pembinaan disiplin,  pemberian motivasi, penghargaan dan persepsi.
F.MANAJEMEN PROSES REKA KERJA
1.Pembentukan Reka Kerja
Reka Kerja dibentuk oleh Dewan Racana melalui musyawarah dengan mengeluarkan Surat Keputusan dari Mabigus, atau dengan kebijakan lain sesuai dengan amanat Musdega.
Komposisi Reka Kerja biasanya terdiri dari :
a.Starring Committee (SC) biasa disebut dengan konseptor
1.Tersusun dari Project Officer (PO) atau penanggung jawab kegiatan, Dewan Racana dan  Orang yang berpengalaman dengan kegiatan
2.Tugasnya adalah pelaksana teknis administratif.
Membuat konsep  tujuan, visi dan misi kegiatan serta bentuk kegiatan
Membuat TOR yang kemudian dijadikan rujukan Juklak Dan Juknis.
Memantau proses dan jalannya kegiatan.
b.Organizing Committee (OC) biasanya disebut panitia pelaksana atau pelaksana lapangan.
1.Terdiri dari : Ketua, Sekretaris, Bendahara dan seksi bidang yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan.
2.Tugasnya adalah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
3.Melaporkan hasil kegiatan.
2.Mekanisme dan Pelaksanaan Kerja Reka Kerja
a.Rapat Kordinasi
1.Perencanaan
Merancang dan melaksanakan survei kebutuhan kegiatan serta kordinasi dengan hasil kerja  Starring Committee.
Mengolah hasil survei tersebut menjadi kerangkah acuan yang menjadi dasar perumusan kegiatan dan perlengkapan termasuk materi kegiatan dan Petunjuk pelaksanaan (Juklak) serta Petunjuk Teknis (Juknis).
Merancang jadual kerja (Schedule), Networking planning, dan persiapan teknis administratif.
2.Mengorganisir
Pembagian kerja (Job Deskription)
Menghubungi nara sumber, lembaga-lembaga atau orang-orang yang terlibat dan pendukung kegiatan.
Mengatur pengelompokan sasaran kegiatan.
3.Networking Planning, yaitu perencanaan jaring kerja.
b.Pelaksanaan Kerja / Kerja Pendahuluan
Mempersiapkan segala jenis Sumber Daya yang dibutuhkan
Mempersiapkan dan memenuhi alat, barang, dan semua kebutuhan dalam kegiatan.
Memastikan semua personil yang terlibat dalam kegiatan.
c.Cecking/Pemeriksaan
Memeriksa perencanaan dengan kesiapan yang sudah ada.
Memeriksa perlengkapan yang dibutuhkan bila belum lengkap langsung dipenuhi, bila tidak ada maka dicari subsitusi/penggantinya.
d.Pelaksanaan kegiatan
1.Briefing mengenai tugas dan pemantapan mekanisme kegiatan
2.Memfasilitasi proses kegiatan sesuai dengan perencanaan
3.Mengamati
Memantau, mengamati dan mengawasi  jalannya kegiatan
Memastikan jalannya kegiatan, sudah sesuai dengan rencana atau belum.
4.Mengendalikan
Mengendalikan jalannya kegiatan agar sesuai dengan perencanaan.
Mengusahakan penyempurnaan apabila terdapat kekurangan teknis maupun non teknis.
Pelaksanaan rencana cadangan bila ada kendala.
5.Pendataan kembali seluruh sumber daya yang telah digunakan, agar tetap dapat digunakan pada waktu yang lain.
6.Mengevaluasi kegiatan
e.Evaluasi
Evaluasi ini dilakukan ketika proses/pra kegiatan, ketika kegiatan berlangsung dan ketika kegiatan telah selesai.
Evaluasi berisi kinerja, peralatan, kendala dan hambatan serta solusi.
3.Laporan Pertanggungjawaban
a.Pengumpulan bahan dari seluruh bidang
b.Penulisan Laporan
c.Laporan berisi seluruh proses kegiatan sampai evaluasi kegiatan
d.Rekomendasi, berisi saran untuk kegiatan yang sama pada waktu yang akan datang.
4.Pembubaran Reka Kerja
Pembubaran Reka Kerja dilakukan setelah laporan Reka Kerja oleh Dewan Racana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: