Dirimu Kebanggaanku

Engkau benar
Aku mestinya bangga
Aku mestinya mendongakkan kepala
Atau menyombongkan diri dari semua
dan
Seharusnya aku bahagia
Seharusnya aku gembira

Diantara banyak
Para pencari perhatianmu
Akulah yang kau pilih
Bukanlah suatu keberuntungan
Melainkan anugerah terindah
Sepanjang hidupku

***

Janganlah
Kau
Aku
Terpeleset
Dalam kesalahan
Dalam kebodohan
Mari
Bergandeng tangan
Erat
Bersatu padu
Jadikan aku sebagai pegangan
Kujadikan engkau sebagai sandaran
Agar kita tidak terjatuh
Saling menjaga
Melengkapi
Meraih seberkas cahaya cinta

***

Cinta
Cahayanya
Menyinari
Menerangi kegelapan

Pantulannya menyilaukan
Bayangannya mendebarkan
Biasnya menyuramkan
Ada ketakutan dalam terangnya
Ada keraguan dalam sinarnya
Dan
Ada kebahagiaan dalam cahayanya
Ada kedamaian dalam sinarnya
Dalam cinta ada segalanya

***

Sungai cintamu
Mengalirkan kasih sayang
Menghidupkan cinta kasih
Menjernikan hayalan
Membersihkan lamunan
Memanjakan diriku

***

Janganlah kau kirim bulan untuk menerangiku
Janganlah kau kirim bintang untuk kebahagiaanku
Janganlah kau kirim mimpi untuk menemaniku
Tapi
Dirimu
Datanglah padaku
Karena
Wajahmu akan menerangi jalanku
Bersamamu adalah kebahagiaanku
Hadirmu menemani sunyiku
Oh indah nian hari-hariku

***
CEMBURU
***

Tiupan angin membawa api
Api kecemburuan
Mengibaskan ekornya
Melahap apa yang ada
Membakar benteng kasih sayang
Wajah bersinar menjadi suram
Senyum lembut jadi sayu

***

Kecemburuan menyeruak
Menusuk ulu hati
Bagai pisau
Merobek jantung
Menyayat hati
Mengucurkan darah penderitaan
Menghadirkan keputusasaan
Memetik kesedihan

***

Daun hijau jadi layu
Benih tumbuh jadi lunglai
Sungai mengalir jadi berhenti
Yang senang jadi sedih
Yang sehat jadi sakit
Yang hidup jadi mati

***

Bagai berjalan di tengah rimba
Gelap
Tak tahu arah
Tertusuk
Terantuk
Terlilit
Terjerembab
Kecemburuan menghancurkan

***

Adakah hak bagiku
Tuk sakit hati
Bila dirimu bersama orang lain
Walaupun hanya bercanda

Adakah aku sudah kelewat
Tidak mampu memahami
Tidak bisa merasa
Bodohnya aku

Adakah aku sudah buta
Tak mampu melihat yang seharusnya
Tak bisa melihat kebenaran
Tidak percaya dengan kenyataan

***
Kebutaan itu
Membuatku tak berdaya
Semangat lenyap
Gairah menguap
Bagai tanaman yang kering
Patah
Tak kuat lagi
Bagai batu yang lapuk
lemah
Hancur berkeping
Beterbangan dihempas angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: