Untukmu Pemimpinku !

Wahai pemimpinku, anda sebagai seorang yang telah mendapat kepercayaan dan dukungan dari masyarakat, sebaiknya selalu waspada dan mampu mengendalikan diri, dan tidak berbuat sak karepe dewe, sehingga melalaikan kewajiban, aturan, serta norma-norma dan hukum. Dalam referensi Jawa Kuna, Wujil berpesan, bahwa seorang pemimpin harus menghindari aji mumpung, diantaranya :

  1. Mumpung kuat lan gagah, banjur tanpa arah-arah (Memanfatkan kesempatan selagi kuat dan kuasa, sehingga bertindak tanpa pedoman).
  2. Mumpung pinter, banjur sembrono nerak wewaler (Memanfaatkan kesempatan karena merasa paling pinter, sehingga berbuat sesuka hati  dan melanggar peraturan yang berlaku).
  3. Mumpung kuwoso, sopo siro sopo ingsun (Memanfaatkan kesempatan ketika sedang berkuasa, sehingga tidak lagi ingat dengan orang lain (rakyat).
  4. Mumpung sugih, banjur nyenyamah karo sing ringkih (Memanfaatkan kesempatan karena kaya raya, sehingga bertindak angkara murka terhadap mereka yang melarat).
  5. Mumpung menang, banjur nyawiyah hak liyan kanthi sewenang-wenang. (Memanfaatkan kesempatan ketika sedang mendapat kemenangan, lalu menindas hak orang lain secara sewenang-wenang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: