Larangan Politik Uang

Politik uang identik dengan suap-menyuap, meskipun berbagai dalih sebagai alasannya, seperti sedekah, untuk pengganti lelah bagi pemilih karena telah meninggalkan pekerjaannya, sebagai uang saku, bagi-bagi rizki, dan lain-lain.

Apapun alasannya dan apapun bentuk pemberian itu dapat di katakan sebagai suap-menyuap. Sedangkan Islam melarang keras suap-menyuap seperti hadist nabi :
“Allah melaknat penyuap dan yang menerima suap dalam hukum” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban). Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Hakim : “Rosulullah melaknat orang yang menyuap, yang menerima suap dan yang menjadi perantara”.
Sebagai batasan suap-menyuap, Imam Ghozali berkata : ”Bila pemberian itu karena sebuah sebab atau jabatannya, itu adalah suap, maka haram hukumnya, dan jika pemberian itu masih disangsikan apakah karena jabatannya atau tidak, ini subhat, maka jauhilah”.

Menurut hemat kita, apakah mungkin seseorang memberi dan membagi-bagikan uang/harta per-kepala se-kampung, se kecamatan atau bahkan se Indonesia tidak mempunyai maksud dibalik itu. Meluasnya penyuapan di masyarakat akan menyebabkan meluasnya kerusakan dan kedzaliman. Tidak heran bila Islam mengharamkan suap dan memperkerasnya terhadap siapa saja yang bersekutu dalam penyuapan ini. Karena itu, mari kita tolak bentuk suap-menyuap dan jangan sampai kita bersekutu didalamnya karena laknat Allah dan RasulNya menanti kita.
Adanya politik uang ini menyebabkan proses Pemilihan pemimpin  tidak sehat sekaligus berbahaya, karena akan menghasilkan pemimpin yang korup dan tidak bertanggung jawab, pemimpin yang mau menyuap pasti bisa disuap.

Bagaimana jika kita dipengaruhi untuk memilih seorang calon dengan money politik?
Orang lain boleh mempengaruhi kita, dengan bujukan atau mungkin ancaman, tapi kita harus tetap menentukan pilihan sesuai dengan hati nurani kita. Sebab menentukan pilihan dalam memilih pemimpin merupakan hak pribadi yang tidak boleh dicampuri orang lain termasuk keluarga. Kita sah beda pilihan dengan orang tua, saudara, bahkan suami atau isteri, semua pilihan sesuai dengan kehendak kita.

Nah, apabila ada yang membujuk kita dengan menawarkan uang atau barang lain agar memilih salah satu calon Pemimpin ini adalah bentuk penyuapan, maka kita harus menolaknya. Atau kita permasalahkan dalam pidana. Karena penyuapan adalah melanggar hukum.

Apa sih  Manfaat Politik Uang ?
Tidak ada suatu maslahat sedikit pun dalam suap-menyuap, baik bagi si penyuap maupun yang menerima suap. Katakanlah setiap orang yang mempunyai hak pilih per(kepala) mendapat Rp. 10.000,- s/d 50.000,-, memang uang sebesar itu bagi masyarakat kita dianggap banyak. Dan inilah yang dinamakan dengan hanya mementingkan kepuasan sesaat. Padahal kalau kita mau berpikir jauh ke depan, kepemimpinan yang mau berpihak kepada kepentingan rakyatlah yang bisa mendatangkan kepuasan jangka panjang.

Pemimpin yang bertanggung jawab akan mewujudkan pembangunan misalnya : pengentasan kemiskinan, saluran irigasi lancar, jalan yang mulus, pembangunan mental spiritual dan moral masyarakat dll. Disinilah kita merasakan ketenteraman dan kenikmatan hidup. Apalagi pemimpin yang mau mempedulikan nasib rakyat miskin, pendidikan, kesehatan dan keagamaan. Wah sangat jarang itu terjadi.

Nah, inilah letak akar permasalahannya  yaitu kepuasan sesaat yang masih kita cari, dan bukannya masa depan yang makmur. Karena itu, Janganlah kita mengorbankan masa depan dengan membunuhnya.
Dengan demikian, politik uang tidak akan memberikan manfaat apapun, namun memberikan bahaya-bahaya yang terselubung. Antara manfaat dan madlorotnya lebih besar madlorotnya, karena itu wajib kita meninggalkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: