Imajinasi

“Imajinasi merupakan sesuatu yang dasyat” kata orang itu. Dengan suara yang melengking berapi-api, ia memberi semangat kepada peserta yang sejak pagi antusias mendengarkan petuah-petuahnya.

Orang itu menarik napas kuat-kuat dan perlahan ia berkata “Orang tua sekarang merangsang anak-anaknya untuk berimajinasi dengan keburukan” Ia memicingkan mata, menatap ke sudut ruangan dalam-dalam dan berkata dengan tegas “Bagaimana tidak, orang tua sekarang tidak bisa mendidik anak-anaknya, orang tua sekarang tidak bisa dijadikan teladan anak-anaknya. Padahal semua dan apa saja yang dikerjakan orang tua, apa yang dilakukan orang tua, sikap dan perilaku orang tua akan ditiru oleh anak-anaknya ”

Orang itu melanjutkan petuahnya dengan menyitir kata-kata Dorothy Law Nolte seperti ini:

“Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar menentang.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar jadi penyabar.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia akan terbiasa berpendirian.

“Begitulah saudaraku, anak akan mengimajinasikan apa yang ada dihadapannya, kemudian ia meniru dan melakukannya, jadi mari kita berikan imajinasi yang baik bagi putra-putri kita, karena imajinasi itu mempunyai kekuatan yang dasyat” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: