Adik, jangan mencintaiku

Kupandangi kepergiannya tanpa berkedip, ada rasa menyesal yang menyeruak masuk dalam kalbuku, antara sedih dan bahagia, sedih karena menyakiti hatinya, bahagia karena terlepas dari dekapan dan cengkeramannya.

Ya, gadis itu, telah lama menaruh hatinya padaku, ia memperlakukan aku sebagai kekasih hatinya, tapi aku menganggapnya sebagai adik kecilku yang lucu. Hari-hari kami lalui dengan penuh kebahagiaan, bercanda tawa, bermain bersama, saling memberi, saling menyayangi, berbagi suka dan duka bersama.

Tidak salah jika gadis itu jatuh cinta padaku, pergaulanku dengannya seakan-akan memberi harapan cinta layaknya sepasang kekasih yang dilanda asmara. Benih-benih cinta yang ada dalam hatinya ku sirami dan ku pupuk setiap saat, setiap detik, setiap menit, setiap hari dan setiap bersamanya.

Aku tidak pernah menyadarinya, bila sikapku itu membuatnya sakit hati, sakit yang tak terkira, kecewa yang tiada tara, sakit yang katanya lebih sakit dari sakit gigi. Ya gadis itu patah hati.

Keakrabanku dengan gadis itu hanyalah didasari karena memang aku mendambakan adik perempuan yang manis, ia sangat menyenangkan, ia memang memikat hati, namun dia tetap adikku yang lucu. Sejak kecil kami selalu bersama. Rumahnya yang hanya di depan jendela kamarku membuat kami setiap waktu bisa saling menatap, bahkan kalau bermain dia langsung masuk lewat jendela kamarku. Begitulah aku akrab dengannya bagai saudara sekandung, karena itu ia adalah adikku.

Namun keakraban itu sirna berubah menjadi kebencian. Gadis itu menyatakan cintanya padaku, sedangkan aku tidak siap untuk mencintainya sebagai kekasih, namun aku hanya siap menyayanginya sebagai adik. Gadis itu kecewa, berlari meninggalkanku dengan tangis yang menggelora, sedangkan aku hanya bisa menatap kepergiannya dengan rasa sedih dan bahagia.

1 Response so far »

  1. 1

    Husaini said,

    aku juga merasa tidak nyaman dengan kondisi ini


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: