REHABILITASI PARIPURNA PENDERITA KUSTA

REHABILITASI PARIPURNA PENDERITA KUSTA

Penderita Kusta yang telah selesai menjalani pengobatan dinyatakan telah bebas dari penyakit kusta, akan tetapi apakah mereka telah bebas seluruhnya dari kusta? Secara medis sudah, namun secara sosial masyarakatnya sebagian besar belum dapat menerimanya, mereka masih dianggap menderita “kusta” sehingga masalah sosial penyakit ini masih akan mengikuti mereka sampai seumur hidup.

***


Penyakit kusta sebenarnya tidak lebih dari penyakit menular biasa lainnya. Kalau begitu mengapa kusta ditakuti. Penyakit ini tidak menyebabkan kematian seperti TBC paru atau malaria. Penyakit ini menyebabkan kehilangan rasa sakit dan malah ini mengakibatkan penderita merusak dirinya sendiri. Kusta ditakuti karena cacat yang diakibatkanya dan terlihat pada penderita dan inilah merupakan dasar dari stigma.
Penyakit kusta walaupun tidak menyebabkan kematian, namun menimbulkan kecacatan, sehingga masalah sosial lebih menonjol dari masalah medis. Cacat yang disebabkan kusta dibagi menjadi dua, yaitu :
–    Cacat Primer : lebih mudah diperbaiki
–    Cacat Skunder : sukar diperbaiki
Kurangnya informasi tentang penyebab dan akibat-akibat serta apa yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit kusta ini menyebabkan fobi atau stigma penyakit ini semakin bertambah.
Dari uraian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa usaha mengatasi penyakit kusta tidak hanya terbatas pada penyelesaian masalah medis saja, akan tetapi diperlukan pula usaha-usaha untuk mengatasi masalah mental dan sosial secara terpadu dan menyeluruh. Kegiatan terpadu inilah yang kita kenal sebagai REHABILITASI PARIPURNA.

Peranan Rehabilitasi
Rehabilitasi merupakan suatu usaha terpadu dan terkordinir yang mencakup beberapa aspek yang dikenal secara bertahap dengan metode tertentu. Ini adalah tindakan pendekatan secara kemanusiaan dengan memperhatikan aspek psikososial serta mempersiapkan secara optimal fisik, mental, sosial serta vokasional agar yang bersangkutan dapat hidup layak sebagai anggota masyarakat yang mandiri

Kapan dan dimana rehabilitasi itu dimulai?
Selama ini kita berbicara tentang rehabilitasi bila orang itu sudah cacat. Seharusnya rehabilitasi itu sudah harus dimulai sedini mungkin yakni pada saat diagnosis kusta ditegaskan pada seseorang. Pada saat pertama kali diberitahukan yang bersangkutan akan mengalami shock dan Mental break down.
Akibatnya akan terjadilah perubahan-perubahan kepribadiannya terhadap sikap keluarga dan masyarakat sekitarnya. Bila tidak ditanggulangi secara dini maka akan timbul hal-hal yang lebih parah sampai pada pengucilan mereka dari masyarakat. Disinilah seharusnya mulai peranan rehabilitasi terhadap penderita, keluarga dan masyarakat.

Tujuan Pokok Rehabilitasi
Dalam masa penyakit kusta, penderita akan mengalami suatu perubahan
–    Phisical Disability : cacat fisik
–    Pshychological Disability : puncaknya bila penderita kembali ke masyarakat
–    Social Disability : dikucilkan dalam pergaulan di masyarakat.
–    Economical Disability : akhirnya menjadi pengemis

Untuk mengatasi hal tersebut diatas, maka perlu diadakan rehabilitasi paripurna yang meliputi fisik, mental, sosial dan vokasional secara terpadu, yang mempunyai tujuan pokok sebagai berikut:
1.    Terhadap penderita:
Mencegah cacat atau melakukan sesuatu untuk meringankan cacat dan mengusahakan agar kemampuan yang ada pada suatu tingkat yang seoptimal mungkin. Meningkatkan kembali sikap mental penderita sehingga dapat menerima kenyataan dirinya sakit kusta, serta berani menghadapi tantangan hidup di dalam masyarakat dengan cara yang baik dan benar.
2.    Terhadap masyarakat:
Agar masyarakat dapat menerima penderita kusta diantara mereka, sebagaimana layaknya penyakit yang lain, hal ini mempunyai dampak meringankan beban pemerintah. Agar penderita kusta dapat diterima dan diperlakukan oleh masyarakat secara wajar dengan hak yang sama dengan orang sehat.

Rehabilitasi ini berupaya agar penderita, keluarga dan masyarakat sekitar ikut secara bersama-sama membantu penderita agar dapat hidup mandiri. Jalan menuju terwujudnya konsep ini masih jauh di depan. Namun kita harus tetap optimis bahwa masalah kusta dapat diatasi di masa mendatang apabila penderita dan masyarakat sendiri mau bekerja sama dengan penuh tanggung jawab, sehingga terciptalah iklim yang baik untuk rehabilitasi secara paripurna bagi penderita kusta. Akhirnya semua elemen masyarakat dapat hidup berdampingan tanpa diskriminasi yang ditimbulkan oleh penyakit kusta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: