Beberapa Pendapat yang Salah tentang Kusta

Sampai saat ini, dikalangan masyarakat masih tersebar berbagai pendapat tentang penyakit kusta, yang sebenarnya salah diantaranya:

1. Kusta merupakan penyakit akibat kutukan Tuhan.
Dalam film BENHUR, kita dapat melihat bahwa penderita kusta segera sembuh dari penyakitnya setelah menyentuh jubah Nabi Isa; dan kisah tersebut memang tertulis didalam kitab suci. Didalam kitab suci, kita bisa mendapatkan berbagai macam penyakit yang disembuhkan oleh Nabi Isa (buta, bisu, tuli, lumpuh); bahkan yang sudah meninggalpun ada yang dihidupkan kembali. Jadi kesembuhan itu bukanlah monopoli penyakit kusta.
2. Kusta adalah penyakit keturunan.
Pendapat ini berkembang, terutama karena adanya anak-anak dari penderita kusta yang juga sakit kusta. Namun Dr. G. A. Hansen telah membuktikan bahwa penyebab kusta adalah Mycobacterium leprae. Karena pendapat ini masih melekat erat di masyarakat, maka ada seorang ibu (pernah menderita kusta, namun saat itu sudah sembuh) yang pada saat anaknya akan menikah, berkata: “Katakan saja pada calon isteri dan calon mertuamu bahwa ibumu sudah meninggal”.
3. Kusta menyebabkan lepasnya jari tangan/kaki tanpa terasa.
Memang benar bahwa ada beberapa penderita kusta yang kehilangan beberapa ruas jari tangan dan/atau kakinya; namun keadaan ini bukan disebabkan oleh Mycobacterium leprae secara langsung. Hal ini disebabkan oleh mati rasa pada daerah tersebut, sehingga mudah timbul luka (karena memegang benda panas, tertusuk/teriris benda tajam) yang selanjutnya mengalami infeksi. Kalau infeksi tersebut berkembang terus sampai merusak jaringan penahan sendi, maka sendi tersebut akan lepas. Jadi: lepasnya jari tersebut diakibatkan oleh kuman lain.
4. Penyakit kusta tidak dapat sembuh.
Pada jaman dahulu, penderita kusta harus minum obat seumur hidupnya. Dengan obat-obatan yang ada sekarang, maka masa pengobatan menjadi jauh lebih singkat: 6 bulan untuk penderita kusta kering; 1 tahun untuk penderita kusta basah. Akan tetapi, cacat yang sudah terlanjur ada (sebelum mulai berobat) tidak otomatis sembuh; bahkan mungkin harus diderita seumur hidupnya, walaupun penyakit kustanya sendiri sudah sembuh. Dengan berbagai upaya rehabilitasi medik, cacat dapat dikurangi.

Fakta yang benar:

1. Pada tahun 1873, Dr. Gerhard Armauer Hansen menemukan Mycobacterium leprae didalam tubuh penderita kusta. Dengan demikian, kusta adalah penyakit infeksi; bukan karena kutukan Tuhan, keturunan ataupun guna-guna.
2. Seorang penderita kusta tidak harus cacat. Penderita kusta yang berobat secara teratur dan rajin melaksanakan upaya-upaya pencegahan cacat, dapat sembuh tanpa cacat
3. Seorang penderita kusta tidak perlu kehilangan jarinya, asal rajin merawat lukanya sehingga luka tersebut tidak terinfeksi oleh kuman lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: