Esai tahun baru 2009

TAHUN BARU 2009

Banyak yang terjadi selama sehari, seminggu, sebulan, apalagi setahun, bila kita mencatatnya, maka habislah tinta ini, kekuatan sang penulis tak mampu merekamnya, kelihaian sang penyair tak mampu mengekspresikannya, karena sebenarnya kehidupan selalu menggoreskan jejak yang dikenang atau perlu dilupakan.

***

Berbagai macam peristiwa, pelajaran, hikmah dan kebijaksanaan datang silih berganti mengisi hari demi hari. Semua itu akan mengubah pandangan, keyakinan, cara pikir, mengubah kebiasaan, gaya hidup sampai mengubah watak, karakter dan kepribadian.

Ya, begitulah sang waktu. Kekuatannya mampu membentuk segalanya. Merubah yang baik menjadi buruk, atau sebaliknya. Kedasyatannya dapat membuat bahagia atau menimbulkan derita. Kedalamannya mampu menenggelamkan dan mampu menghidupkan. Ketenangannya mampu menghanyutkan dan menyejukkan, menghanyutkan jiwa-jiwa yang terlena, menyejukkan jiwa-jiwa yang berkelana.

Tahun 2008 telah meninggalkan kita, tahun yang memberikan goresan kenangan yang perlu di catat sekaligus perlu dilupakan, bekasnya menandakan prestasi yang perlu di puji atau di hina. Mari kita tengok bangsa kita yang carut marut, wajahnya bopeng karena di ditimpuk dan di gerogoti monster berbentuk demoralisasi, korupsi, teror, narkoba, Penggusuran, Pornografi, trafikking, BLT bermasalah, demonstrasi buruh, karyawan mengamuk, PNS menuntut, UMK disoal, Kriminal merajalela.

Ditambah lagi dengan pembalakan liar, Bencana alam, tanah longsor, banjir, lumpur panas, pesawat jatuh, kapal tenggelam, badai, angin puting beliung, sepur ngguling, flu burung, gizi buruk, kelaparan, demam berdarah, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kita masih ingat, dan masih merasakan jeritan rakyat, harga pangan melangit, PHK menambah barisan pengangguran, kemiskinan, kebodohan dan pelanggaran HAM serta ketidakadilan masih mewarnai bingkai tahun 2008 lalu.

Tapi kita juga perlu mencatat prestasi yang patut diukir seperti diseretnya para koruptor ke hotel prodeo meskipun kurang menggigit, terbunuhnya teroris yang dicari, terbongkarnya pabrik narkoba dan penahanan pelakunya, pembangunan rumah susun sebagai relokasi penggusuran, pengungkapan pornografi, janji kenaikan gaji PNS dan pengangkatan pegawai honorer, Bantuan Langsung Tunai yang diperbaiki, pengungkapan berbagai kasus kriminal.

Aceh yang dulu berkabung kini membangun, GAM telah damai, Poso terkendali, Papua tenang, Sulawesi santai yang semua itu menghibur hati kita sebagai warga negeri.

Namun, misteri tahun 2009 menanti di depan sana kita belum tahu apa yang akan terjadi, kita tidak tahu, entah bagaimana bangsa kita dapat bertahan. Sedang rerumputan saling berlomba untuk merebut ketinggian agar mendapatkan banyak sinar mentari. Debu beterbangan mencari tempat bertedu dan menghindari sapuan angin jalanan. Demikianlah kehidupan terus dan terus mencari jalannya. Yang berhenti akan terlibas yang terlalu cepat akan kebablas, yang berirama akan menemukan musiknya. Simphoni kehidupan penuh dengan getaran-getaran dawai mulai dari yang lembut sampai yang menyakitkan dan memekakkan telinga.

Tidak ada badai yang tak berhenti

Tidak ada banjir yang tidak surut

Setelah badai pasti ada kedamaian,

Setelah penderitaan pasti ada kebahagiaan.

Kita tidak tahu apa yang dibawa oleh angin..

Kita tidak tahu apa yang dibawa oleh banjir.

Kita tidak tahu apa yang dibawa oleh penderitaan.

Ibarat cermin, tahun 2008 sebagai benggala yang dapat dijadikan obyek untuk melihat wajah Indonesia yang sebenarnya. Segala noda dan hiasan nampak jelas menghiasinya. Karena itu berkaca tahun 2008 kita bisa merias wajah masa depan yang lebih cerah dengan riasan yang menarik dan hiasan yang indah. Indonesia yang ramah, Indonesia yang bijak, Indonesia yang berprestasi.

Romantisme masa lalu bukanlah untuk dibanggakan, kejayaan masa lalu dikenang untuk dijadikan cermin yang memantulkan semangat. Masa lalu biarlah berlalu, sebab masa depan sudah datang, karena itu rayakan masa lalu dan doakan masa depan.

Semoga kita sukses di tahun 2009 INI. Amin 3x


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: