Kesia-siaan buku

Mengapa sudah jutaan buku yang beredar di tengah-tengah masyarakat masih belum mampu mendongkrak pengetahuan masyarakat secara optimal. Mungkin hanya sebagian kecil lapisan masyarakat yang memahami dan megamalkan isi dan pesan dari sebuah buku. Buku yang ada sekarang ini mungkin hanya sebatas wacana saja, tidak terejawantah ke dalam tataran praktis. Sehingga perlu adanya usaha untuk membumikan buku dalam kehidupan bermasyarakat, agar isi pesan yang terkandung dalam sebuah buku benar-benar mampu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.

***

Wacana yang diusung oleh penulis yang di tuangkan dalam buku mestinya dapat digunakan sebagai sarana penyadaran dan alat perubahan sosial. Memang tujuan tersebut adalah inti dari buku, namun sedasyat dan sebagus apapun pemikiran dan ide kalau hanya berupa tulisan yang mati sekaligus nihil dari aktualitas, maka berakhir dengan anggukan kepala, yang selanjutnya hanya ditata dalam tumpukan buku lainnya dan tersimpan rapi dalam lemari, yang lebih tragis lagi berakhir di penjual kacang..

Kelemahan penulis dan penerbit dalam upaya melakukan perubahan sosial, terletak pada keinginan untuk mendapatkan profit yang sebanyak-banyaknya, tanpa berusaha untuk mengorganisir, melakukan pendampingan dan pengawasan sebesar apa realisasi dan aktualisasi para pembaca (masyarakat) mengenai pesan yang terkandung dalam buku, terutama buku-buku yang berhubugan dengan gerakan massa untuk perubahan sosial. Alat ukur selama ini yang digunakan oleh penulis maupun penerbit hanya sebatas animo masyarakat terhadap pembelian buku tertentu, hal ini ditunjukkan dengan istilah Best Seller, jumlah eksemplar yang di cetak untuk di pasarkan.

Terlepas dari tujuan sebagai iklan, profit oriented atau pendidikan masyarakat, penulis dan penerbit biasanya mengadakan bedah buku, seminar, diskusi sarasehan dan lain-lain. Meskipun demikian, upaya tersebut biasanya mandek sebagai wacana saja, ya paling tidak sebagai pengetahuan bagi individu-individu yang menghadiri acara tersebut. Walaupun peserta yang datang memberikan pengetahuan barunya kepada orang lain, pasti hanya tertampung sebagai pengetahuan pribadi.

Sudah saatnya penulis atau penerbit mempunyai langkah untuk membumikan pemikiran dalam kerangkah tujuan adanya perubahan sosial. Langkah tersebut dapat dilakukan oleh penulis maupun penerbit dan bekerjasama dengan lembaga independen melalui gerakan nyata yang langsung menyentuh elemen masyarakat yang menjadi kajian buku serta yang menjadi oebyek sasaran pembaca buku tersebut.

Dengan demikian buku tidaklah sia-sia, namun mampu diaplikasikan dalam setiap langkah kehidupan, sehingga akan terjadi perubahan sosial menuju kehidupan uyang baik, sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: