Jejak Kita

Ketika seseorang berjalan di padang gurun, ia akan mengenali jejak-jejak yang akan menerangkan kepada dunia siapa pembuat jejak tersebut. si pembuat jejak tentunya telah melewati gurun tersebut, dengan demikian berarti eksistensi keberadaannya diperhitungkan oleh lingkungannya termasuk gurun. kita akan dapat mengetahui siapa barusan yang telah lewat dan melintasi gurun, apakah seekor singa, apakah seekor gajah atau seekor kadal.

Memang si pembuat jejak tidak sadar telah membuat peta petunjuk dimana keberadaannya, sehingga pemburu dan pemangsa lain dapat menemukan dirinya dengan mudah.

Namun itulah kehidupan yang sebenarnya. Apakah kita sebagai manusia telah diakui eksistensi kita diatas bumi ini ?  Apakah  keberadaan kita diakui  dilingkungan dimana kita  berada? Apakah kita sudah diperhitungkan oleh lingkungan disekitar kita?

Apakah  orang  lain mengetahui jejak-jejak langkah kita setelah  kita melewati kehidupan ini?

Memang kita tidak menorehkan  jejak langkah kaki kita di atas gurun, tanah atau  pasir,  sebab kita berjalan di atas aspal dan beton. Namun sebagai manusia kita menorehkan tinta emas dengan aktifitas kita, dengan perbuatan kita , dengan akhlak kita, dengan kejujuran kita, dengan kebaikan kita, dengan keberanian kita, dengan cinta kasih kita dan seabrek perbuatan yang lain.

jejak tersebut akan menerangkan kepada dunia, kepada anak cucu kita dan kepada generasi sesudah kita.

Siapakah pembuat jejak  ini ? Orang bijakkah ? pahlawankah? Orang besarkah? Orang bergunakah?

Atau hanya seorang pecundang yang perlu dibuang, atau penjahatkah yang tidak perlu diingat, ataukah  penghianat yang harus dilaknat.

yang jelas jejak  itu kita  yang membuatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: